Refleksi Tentang Persembahan Persepuluhan Ditinjau Dari Iman Kristen
Bolehkah orang kristen membayar persembahan Persepuluhan ❓❓
Dalam praktek Persembahan persepuluhan ayat yang paling akrab digunakan adalah dari kitab perjanjian lama yaitu kitab Maleakhi. Ayat ini sangat pro mendukung praktek perpuluhan meskipun dalam perjanjian baru ttidak ada secara eksplisit menjelaskan bahwa praktek persembahan persepuluhan itu boleh dilaksanakan oleh orang Kristen.Maleakhi 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Banyak pro dan kontra terkait praktek perpuluhan terutama dikalangan Kristen. Sebagian besar dari aliran Pantekosta dan kharismatik lah yang gentar menyuarakan praktek perpuluhan sedangkan dari gereja tradisi seperti Lutheran, Calvin, banyak yang kontra tetapi ada juga yang melakukan perpuluhan walau tidak dijadikan sebuah doktrin gereja.
Pengertian Persembahan Persepuluhan
Persembahan persepuluhan adalah praktik memberikan sebagian dari pendapatan atau hasil kepada Gereja atau Pendeta Yang dipercayai sebagai pemberian kepada Tuhan untuk tujuan keagamaan, biasanya sebesar 10% dari total pendapatan. Konsep ini memiliki akar dalam tradisi agama Abrahamik dan Yahudi.
Dalam konteks memberi persembahan persepuluhan dianggap sebagai cara untuk mengungkapkan rasa syukur dan pengakuan akan kedaulatan Tuhan atas segala aspek kehidupan, termasuk keuangan. Banyak orang Kristen percaya bahwa dengan memberikan persepuluhan, mereka menunjukkan iman dan ketaatan kepada Tuhan.
Persembahan persepuluhan sering kali digunakan untuk mendukung kegiatan gereja, membantu orang-orang yang membutuhkan, dan untuk tujuan misi. Namun, interpretasi dan praktik persepuluhan dapat bervariasi di antara denominasi Kristen dan individu.
Maleakhi 3:10 adalah salah satu ayat Alkitab yang membahas tentang persepuluhan.
"Bawa seluruh persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."
Dalam ayat ini, Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk membawa persepuluhan mereka ke dalam rumah perbendaharaan, yaitu Bait Allah, sebagai tanda iman dan ketaatan. Tuhan juga menjanjikan bahwa jika umat-Nya melakukan, maka Tuhan akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadanya sampai berkelimpahan.
Ayat ini sering kali dipahami sebagai janji bahwa Tuhan akan memberkati orang-orang yang setia memberikan persepuluhan dengan berkat yang berkelimpahan, baik secara material maupun spiritual. Namun, penting untuk memahami bahwa penerapan praktik perpuluhan ditujukan kepada umat perjanjian lama dimana mereka dipimpin oleh seorang Imam dari keturunan suku Lewi, bahkan pasal itu sudah sangat menjelaskan bahwa perintah itu disampaikan kepada Yakub dan keturunannya selaku pelaku HUKUM TAURAT.
Jika kita telisik lebih jauh maka kita akan memperoleh sebuah fakta apa yang disampaikan dalam Maleakhi 3:10 bahwa disana dijelaskan secara detail kemana persembahan persepuluhan itu dibawa. Banyak hamba Tuhan mengartikan ketika perintah Tuhan disampaikan, persembahan persepuluhan harus dibawa ke rumah perbendaharaan tetapi banyak pendeta yang mengartikannya sebagai gedung gereja.
Siapakah rumah Tuhan???
Yang disebut rumah Tuhan adalah Bait Allah di Yerusalem. Maka setiap kali orang-orang yang akan melangsungkan peribadatan kepada Tuhan maka orang-orang Israel pergi ke Yerusalem.
Ezra 1:5
Kemudian, para kepala kaum keluarga orang Yehuda dan Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yaitu semua orang yang hatinya digerakkan Allah, bersiap untuk pergi dan membangun Bait TUHAN di Yerusalem.
Semua persembahan persepuluhan harus dibawa ke Yerusalem yang di sebut Rumah perbendaharaan TUHAN sebagai tempat perbendaharaan supaya ada persediaan makanan untuk orang-orang Lewi yang melayani di bait Tuhan sebab orang- orang Lewi tidak mendapat bagian milik pusaka jadi harus dikasih makan. Ulangan 12:12, Bilangan 18:20 . Imam Lewi dan seluruh keturunannya tidak mendapat bagian milik pusaka. Bagian mereka adalah Berkerja melayani dibait Allah.
Bilangan 18:20-27 (AYT) TUHAN berkata kepada Harun, “Kamu tidak akan mendapat bagian dari tanah pusaka di tengah mereka. Bagimu, Akulah bagianmu dan warisanmu.
Bangsa Israel akan memberikan sepersepuluh dari segala sesuatu yang dimilikinya kepada keturunan Lewi, sebagai pengganti dari pelayanan yang mereka lakukan di tenda pertemuan.
Namun, orang Israel yang lain tidak boleh mendekati tenda pertemuan sebab mereka akan berdosa dan mati!
Akan tetapi, orang Lewi akan melakukan pelayanan mengurus tenda pertemuan dan harus bertanggung jawab atas kesalahannya. Itulah peraturan yang berlaku selamanya dari generasi ke generasi. Mereka tidak akan mendapat tanah pusaka di tengah orang Israel.
Umat Israel harus mempersembahkan sepersepuluh kepada TUHAN. Aku memberikannya kepada orang Lewi sebagai milik pusaka. Karena itulah Aku berkata demikian tentang mereka: ‘Mereka tidak akan memperoleh pusaka di Israel.’”
TUHAN berfirman kepada Musa,
“Katakanlah kepada orang Lewi: Orang Israel harus memberikan sepersepuluh dari semua yang mereka miliki kepada TUHAN dan orang Lewi juga harus memberikan sepersepuluh darinya sebagai persembahan.
Persembahanmu itu akan dianggap seperti gandum dari lantai penggilingan dan hasil anggur dari pemerasan anggur.
Sudah jelas bahwa persembahan persepuluhan di khususkan untuk orang LEwi yang melayani di Kemah Pertemuan /Bait Allah bukan untuk orang- Orang diluar Lewi.
Jadi, bolehkah diluar Orang Lewi menerima persembahan persepuluhan??
Jika itu diperbolehkan dan ada hukum yang mengikat tertulis dalam kitab suci bahwa diluar orang Lewi boleh menerima, itu sah-sah saja. Tetapi jika tidak ada ayat dalam kitab suci yang mencatat boleh menerima Perpuluhan diluar Orang Lewi... Maka itu adalah Pelanggaran. Sekarang ini banyak orang yang mengatasnamakan suku Lewi untuk melegalkan pengumpulan Perpuluhan yang walaupun faktanya tidak ada satu ayat pun yang membenarkan itu terjadi.
Banyak orang berpikir bahwa di Luar Orang Lewi yang telah mengumpulkan persembahan persepuluhan masih punya otoritas untuk memberlakukan itu kepada umat karena alasan Melkisedek yang bukan dari Lewi menerima persembahan persepuluhan dari Abraham.
Ibrani 7:6 (AYT) Namun, Melkisedek yang tidak dari keturunan Lewi, menerima persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia yang memegang janji-janji Allah.
Tetapi jika kita hanya melihat ayat ini saja sebagai dasar pemberlakuan Persepuluhan kepada umat itu bisa dibenarkan. Tetapi jika melihat ayat sesudahnya kita dapat memperoleh pengertian mengapa Melkisedek menerima Perpuluhan sedangkan Dia bukan keturunan Lewi????
Dalam ayat ini kembali dijelaskan bahwa pada saat Melkisedek menerima persepuluhan dari Abraham, Lewi masih ada dalam tubuh nenek moyangnya.
Ibrani 7:10 (AYT) sebab saat Melkisedek menemuinya, Lewi masih ada dalam tubuh nenek moyangnya.
Jadi pada Saat Melkisedek menyatakan dirinya Imam Allah yang Mahatinggi, KeImaman masih dipegang oleh Orang Lewi dan belum mengalami peralihan.
KEIMAMAN DARI SUKU LAIN BERUBAH MAKA HUKUM TAURAT BERUBAH.
KeImaman yang semula dipegang oleh orang Lewi dialihkan kepada suku Lain yang Musa sendiri pun tidak pernah membicarakan itu. Perubahan KeImaman Lewi kepada suku lain merubah aturan-aturan dalam hukum taurat
Ibrani 7:12 (AYT) Sebab, jika aturan keimaman berubah, maka Hukum Taurat pun harus diubah.
Dengan demikian pemungutan dan pemberian persepuluhan pun diubah hukumnya walaupun diayat 6 dikatakan bahwa pada saat Melkisedek menyongsong Abraham, ia menerima persembahan persepuluhan karena pada saat itu Lewi masih ada dalam tubuh nenek moyangnya. Tetapi disaat Allah membangkitkan Seorang Imam dari Suku Lain maka peraturan berubah.yang awalnya peraturan bersifat jasmani berubah menjadi Kuasa kehidupan yang tidak binasa. Peraturan yang lama berakhir/dibatalkan karena memiliki kelemahan dan tidak berguna .Ibrani 7:18 (AYT) Di satu sisi, peraturan yang lama sudah berakhir karena memiliki kelemahan dan tidak berguna,
Ibrani 7:19 (AYT) dan karena hukum itu tidak menyempurnakan apa pun. Namun, di sisi yang lain, ada pengharapan yang lebih baik yang diperkenalkan kepada kita, dan pengharapan itu menarik kita untuk mendekat kepada Allah.
Lalu buat apa mempertahankan aturan yang sudah tidak berguna bukankah lebih baik menerima pengharapan yang membuat orang mendekat kepada Allah???
Peraturan KEIMAMAN sudah berubah, dan Hukum Taurat yang Mengaturnya juga berubah dan dibatalkan dengan berakhirnya KeImaman suku Lewi yang tidak berguna dan di alihkan kepada suku Lain yaitu suku Yehuda menurut peraturan Melkisedek Ibrani 7:21 (AYT) Namun, Ia menjadi Imam dengan sumpah yang dibuat oleh Dia yang berkata kepada-Nya, “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan berubah pikiran: ‘Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya.’”
Sampai disini jelas bahwa pemungutan persembahan persepuluhan adalah bagian hukum taurat yang sudah dibatalkan pada saat berakhirnya KeImaman Lewi kemudian digantikan oleh KeImaman suku Yehuda yaitu Iman BESAR AGUNG YESUS KRISTUS
Ibrani 7:24 Namun, Yesus memegang keimaman secara tetap selamanya karena Ia akan terus hidup selamanya.
Ibrani 7:25 Dengan demikian, Yesus dapat menyelamatkan dengan sempurna mereka yang datang kepada Allah melalui-Nya, karena Ia selalu hidup untuk berdoa bagi mereka.
Ibrani 7:27 Yesus tidak seperti para imam besar yang lain. Mereka harus mempersembahkan kurban setiap hari, pertama bagi dosa mereka sendiri, kemudian bagi dosa-dosa umat. Namun, Yesus tidak perlu melakukannya. Ia hanya mempersembahkan kurban sekali untuk selamanya, yaitu diri-Nya sendiri.
Apa yang dimaksud Rumah Perbendaharaan
Jika kita kembali keayat persepuluhan yang menjadi ayat favorit para garong untuk memeras jemaat maka kita akan melihat penjelasan sebagai berikut.
Maleakhi 3:10
Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
Kita akan bedah sesuai apa yang telah tertulis di kitab perjanjian baru dimana KeImaman Lewi sudah berakhir . Jikalau ada orang yang memanfaatkan ayat ini sebagai senjata untuk menguras uang jemaatnya setidaknya pembaca ada amunisi untuk mempertimbangkan tindakan anda sebelum melakukan.
➤Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam,
Jika anda menguji tindakan anda, ujilah berdasarkan ayat-ayat Alkitab bukan berdasarkan referensi dari luar Alkitab. Periksa satu persatu kata demi kata dan kalimat demi kalimat supaya tidak terjebak dalam pembodohan oleh para garong jemaat . Diayat itu ditulis "Bawalah seluruh Persembahan persepuluhan kedalam RUMAH PERBENDAHARAAN... Apa yang dimaksud dengan rumah perbendaharaan???
Rumah perbendaharaan sesuai ayat itu adalah RUMAH TUHAN.
Apa itu rumah Tuhan???
Dalam era perjanjian lama, yang dimaksud rumah Tuhan adalah Bait Allah, kemah pertemuan dimana terdapat imam-imam yang melayani. Penjelasan ini sudah ada diatas.
Tetapi setelah KeImaman suku Lewi berakhir digantikan oleh Yesus Kristus maka secara umum peraturan juga berubah.
Yesus dalam percakapannya dengan seorang perempuan berkata
Yohanes 4:20 (AYT) Nenek moyang kami menyembah di gunung ini, tetapi bangsa-Mu mengatakan bahwa Yerusalemlah tempat orang harus menyembah.”
Yohanes 4:21 (AYT) Yesus berkata kepadanya, “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan! Akan tiba saatnya ketika bukan di gunung ini ataupun di Yerusalem orang menyembah Bapa.
Dari ayat ini telah mencatat adanya perubahan peraturan dalam KeImaman Yesus Kristus. Yang awalnya orang Israel beribadah di kemah pertemuan di Yerusalem sebagai Rumah Tuhan diubah menjadi Ibadah dalam Roh dan kebenaran yaitu dalam Tubuh.
Yesus berkata bahwa Dialah Bait Allah...
Setiap orang yang datang kepadaNya sudah sampai kepada Allah sebab Dialah Pengantara antara Allah dengan manusia karena Dia-lah Imam Besar. Ia adalah Pengantara perjanjian Baru sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya diberikan Roh Kudus dan kuasa untuk menjadi anak-anak Allah yang disebut juga BAIT Allah atau rumah Tuhan.
1 Korintus 6:19
Apakah kamu tidak tahu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus, yang ada di dalam kamu, yang kamu terima dari Allah, dan bahwa dirimu bukanlah milikmu sendiri?
1 Korintus 3:17
Jika ada orang yang menghancurkan Bait Allah, Allah akan menghancurkan dia karena Bait Allah adalah kudus, yaitu kamu.
Maka ketika orang atau pemimpin berdalih bahwa jemaat harus membayar persembahan persepuluhan ke rumah perbendaharaan - rumah Tuhan maka Kamulah rumah perbendaharaan itu sebab kamu adalah Bait Allah - Rumah Tuhan. Kamu boleh menandai diri masing-masing sebagai bait Allah - rumah perbendaharaan dan orang yang berhak mengelola semua harta benda kemana kamu akan memberikan...
Tuhan Yesus Kristus telah menetapkan kemana kamu akan membagi uangmu supaya tepat sasaran..inilah tempat tempat yang harus kamu perhatikan supaya pemberianmu jangan menjadi sia sia. Matius 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
Jadi, karena aturan baru yang ditetapkan Tuhan Yesus Kristus menggenapi hukum taurat yaitu hukum.Kasih yang jauh lebih tinggi dari hukum sebelumnya hukum mengasihi, maka dengan begitu Tuhan Yesus berkata Ibrani 10:8
Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat —.
Sebab dari semua itu yang terpenting adalah belas kasihan. Dan kepada siapa belas kasihan itu diarahkan maka hal itupun sudah dijelaskan Matius 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Matius 12:7
Namun, jika kamu sudah mengetahui artinya ini: ‘Aku menghendaki belas kasihan dan bukan persembahan’, kamu tidak akan pernah menghukum yang tidak bersalah.


Post a Comment for "Refleksi Tentang Persembahan Persepuluhan Ditinjau Dari Iman Kristen "