Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rabu Abu - Simbol Kebinasaan Kekal Bagi Kristen

 Banyak gereja-gereja Kristen dari aliran protestan yang fomo saat ini untuk ikut-ikutan merayakan Rabu Abu  yang biasanya dilakukan oleh umat Katolik saat menjelang persiapan Paskah. Protestan mengikuti tradisi ini atas dasar apa, sebab tidak ada tertulis di alkitab untuk merayakan Rabu abu. 


Rabu abu
Rabu Abu bukan perayaan Alkitab 


Sebelum kita masuk ke Sesi pembahasan berikutnya alangkah baiknya jika kita mengerti apa yang dimaksud dengan Rabu abu? Rabu Abu adalah hari pertama Masa Prapaskah dalam tradisi Katolik. Kutipan dari dalam pengertian Rabu Abu sendiri merupakan tradisi Katolik.  jadi jelas bahwa pelaksanaan Rabu Abu yang dilakukan sebagian Protestan bukan bersumber atau berasal dari Alkitab tetapi merupakan tradisi dari Katolik

Kalau ada Protestan yang melakukan Tradisi Katolik, kenapa tidak sekalian saja  bergabung PWI Katolik? Supaya bisa melakukan semua rangkaian-rangkaian tradisi-tradisi yang ada didalam Katolik.  Protestan yang melakukan Rabu-abu yang ada di tradisi Katolik harusnya konstan supaya mereka bisa mengikuti tradisi-tradisi yang lain seperti: 

• Misa ekaristi 

• Doa Rosario

• Pengakuan dosa atau sakramen tobat

• Adorasi sakramen mahakudus

• Ziarah penghormatan kepada orang-orang yang sudah meninggal

• Membuat tanda salib di dahi dan di dada

• Devosi atau menyembah Kepada Bunda Maria

Pelaksanaan Rabu Abu di dalam tradisi Katolik adalah simbol penaburan abu di sebagai tanda perkabungan, pertobatan dan pengingat bahwa manusia berasal dari debu dan kembali menjadi debu. Tradisi Katolik ini tidak pernah ditulis di dalam Kitab Protestan bahwa penyakit Tuhan Yesus merayakan tradisi Rabu abu. 


Peristiwa yang dicatat di dalam alkitab khususnya di perjanjian baru yang harus diperingati oleh pengikut Yesus Kristus adalah memperingati kematian Tuhan.  

1 Korintus 11:26
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 

Sesuai dengan 1 Korintus 11 : 26 bahwa pengikut Kristus harus memperingati kematian Tuhan Yesus dengan cara yang benar. Bukan dengan berbagai-bagai perayaan, sebab bukan itu esensi memperingati kematian Tuhan, Rasul Paulus telah menulis dengan terang. Semua mengenai hari raya bulan baru ataupun Sabat hanyalah bayangan dan wujudnya sudah datang yaitu Yesus Kristus. 

Kolose 2:16  Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;

Kolose 2:17  Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. 

Kolose 2:18 (TB)  Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, 

Colossians 2:18 (KJV) Let no man beguile you of your reward in a voluntary humility and worshipping of angels, intruding into those things which he hath not seen, vainly puffed up by his fleshly mind,


perayaan-perayaan dalam gereja  Adalah kegagalan 

Menurut Rasul Paulus, hari raya bulan baru Sabat adalah bayangan yang akan datang. Dan sekarang sudah datang yaitu wujudNya adalah Yesus Kristus. Karena wujudnya sudah datang yaitu Yesus Kristus artinya perayaan-perayaan itu tidak lagi dilakukan. Sebab jika hal itu masih dilakukan, Paulus menulis bahwa kemenangan yang sudah kamu raih dari kematian Yesus Kristus akan gagal. Pengikut Yesus diperintahkan untuk "mengingat" . mengingat dengan cara yang benar sesuai dengan Alkitab, yaitu:

•• Setiap kali makan roti

•• Minum cawan Tuhan

Ini mengingatkan kita akan perkataan Tuhan Yesus di Injil Yohanes 6 ayat 35.

Yohanes 6:35 Yesus berkata kepada mereka, “Akulah roti hidup; orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi. 

➡ Roti hidup lambang dari Tubuh Tuhan yang dikorbankan artinya Siapa yang datang kepada Dia tidak akan lapar. 

➡ cawan adalah lambang darah Kristus yang artinya Siapa yang percaya akan Darah Kristus tidak akan haus selama-lamanya. 

Datang dan Percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah Cara yang benar yang dicatat oleh Alkitab untuk Memperingati  Tuhan Yesus, Bukan membuat perayaan-perayaan yang mewah. Bukan dengan perayaan Kamis putih Rabu abu. Bukan dengan perayaan-perayaan, bukan sekedar minum anggur dan bukan juga sekedar makan roti tetapi untuk mengingat Tuhan, diperintahkan untuk Datang dan Percaya kepada Yesus Sang Mesias Tuhan Allah yang hidup. 

Bahkan Alkitab tidak pernah menjelaskan detail kapan dan Tanggal berapa kematian itu terjadi sehingga harus dirayakan setiap Tahun.. itu sebabnya Jemaat mula-mula pada jaman kerasulan Paulus dan rasul-rasul lain tidak ada yang merayakan perayaan seperti yang terjadi di zaman sekarang ini. Pengikut Yesus Kristus atau Kristen hanya diperintahkan untuk mengingat Kematian Tuhan


Jemaat mula-mula di jaman rasul tidak ada perayaan  Rabu Abu 

Rabu abu


Apalagi untuk memperingati Rabu Abu Kamis putih tidak ada sama sekali di tulis di Alkitab karena itu sudah disebutkan oleh umat Katolik sendiri bahwa itu adalah tradisi untuk Gereja Katolik. 

Maka dari itu Paulus berkata Jangan mau digagalkan kemenanganmu  Kristus sudah mati untuk membebaskan setiap orang yang percaya dari aturan-aturan yang dibuat oleh manusia termasuk tradisi-tradisi gereja.  Yang terbukti tidak pernah dicatat pelaksanaannya di dalam alkitab terutama perjanjian baru yaitu Injil Kristus. 

Jika kamu berkata perayaan Rabu Abu Kamis putih itu adalah simbol penaburan Abu di dahi sebagai tanda perkebunan dan mengingatkan bahwa kita berasal dari debu,,  Bukankah Yesus sudah mati dan bangkit bagi kita? Dan kita sudah ambil bagian dalam kematiannya dan kebangkitannya melalui baptisan yaitu baptisan selam. Pada saat kita dikuburkan di dalam air sebagai lambang kematian  kita juga dibangkitkan bersama dengan Yesus Kristus. 

Roma 6:4 Karena itu, kita dikubur bersama-sama dengan Dia melalui baptisan dalam kematian-Nya; supaya sama seperti Yesus dibangkitkan dari antara orang mati melalui kemuliaan Bapa, kita juga boleh hidup dalam kehidupan yang baru.

Apakah anda sudah datang dan percaya kepadanya Seperti yang dituliskan oleh Yohanes 6 ayat 35 sebagai cara untuk memperingati Yesus Kristus? 


Melakukan perayaan Rabu Abu atau kamis putih berarti menolak karya Yesus Kristus di atas kayu salib. Belum percaya dan belum datang kepada Yesus yang telah memberikan kebangkitan kehidupan kekal bagi kalian. Dengan kata lain yang menjalankan tradisi Rabu Abu mengimani benih yang lama masih berkuasa di dalam hidup kalian yaitu yang ditaburkan debu kembali menjadi debu,(Kebinasaan) 

1 Korintus 15:42  Begitu pula dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. 

Roma 12:2 Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan akal budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. 



Post a Comment for "Rabu Abu - Simbol Kebinasaan Kekal Bagi Kristen "